Cologne, Jerman

Beberapa catatan seputar keberangkatan ke Cologne, Jerman

Pre-Run: Kondisi Fisik
1. Idealnya harus dalam kondisi sangat fit, tidur cukup, tidak flu, tidak kehujanan.
2. Satu hari sebelum keberangkatan harus dikondisikan tidak melakukan aktivitas berat atau kondisi tubuh tidak menghadapi cuaca buruk.
3. Semua deadline harus dibuat satu hari sebelum keberangkatan, misalnya print ticket kereta, print poster, mengambil tugas
4. Dipertimbangkan untuk membawa nasi dalam perjalanan

Run down, UK
1. Taxi dari rumah ke stasiun hanya memerlukan waktu 6 menit pada pukul 3 dini hari. Dari google maps dengan jarak kurang dari 3 miles ditempuh dalam waktu 15 menit live traffic sekitar jam 14:00. Budget maximum yang dibutuhkan hanya 30 menit sebelum kereta berangkat.
2. Kereta yang paling ideal adalah jam 05:21 disusul penerbangan jam 08:55. Penjelasannya sebagai berikut. Kereta York-Manchester, yang tersedia paling pagi yaitu jam 04:00-06:19 (durasi 2:19), perjalanan terlalu lama, berhenti di Leeds. jam 05:21-07:10 (durasi 1:49)
3. Flight Manchester-Dusseldorf, yang tersedia paling pagi yaitu: jam 07:15-09:50 (durasi 1:30), pesawat relatif sepi, tempat duduk tersedia berlebih. jam 07:55-10:20 (durasi 1:30)

Run down, DE
1. Google maps harus diaktifkan dari keluar pemeriksaan imigrasi di bandara Dusseldorf. Roaming berlaku EU. Perjalanan dari satu titik ke titik lain bisa melalui beberapa mode kendaraan. Contoh dari Dusseldorf ke Cologne bisa lewat kommuter Sbahn atau melalui kereta cepat ICE.
2. Check hotel confirmation, khususnya mengenai payment
3. Dipertimbangkan untuk mencetak rute perjalanan kereta api
4. Dipertimbangkan untuk menghafal dan mencetak titik titik dalam perjalanan yang signifikan (landmark, shopping centre)

Summer School, Perks of Being a PhD Student

Although the administration might be excessive, but being a PhD student have an advantage that comparable compare to become consultant. I found at least several opportunities for PhD student such as:

  1. Conference, very short 1-2 day, present paper, a lot of grant available
  2. Workshop, short 1 week, attending lecture, grant limited
  3. Summer school, medium 2-3 month e.g IIASA Young Scientist
  4. Other scheme such as Research Mobility e.g York WUN

That is some opportunity from travel point of view, there also another opportunity for those who like teaching or taking some internship.

Transition Mix

It looks good, first with pchart now I found about

https://developers.google.com/chart/interactive/docs/gallery/geochart#region-geocharts
https://developers.google.com/chart/interactive/docs/gallery/geomap#regions-example

The idea with pchart is to improve energy planning process by adding the transition simulation, to add the time dimension in the simulation.

More over, it try to add the geographical simulation, too add the space dimension in simulation.

Trust me I am professional

I imagine in a situation facing an old, rich, experienced, smart client. Standing with him a group of a C-level team equipped with tons of data, hundreds of case study ready to kill everything in front of them.

Do you think, a consultant, an external party outside the company that does not have an experienced might solve the problem inside the company that no one inside the company might able to solve? do you think that consultant can?

If you are still thinking that there is no consultant outside the company that can solve the problem, you are wrong my dear. Definitely, there is someone outside that ready to pull the trigger and killing everybody inside. Otherwise, the consultant business is never there. It’s there, because it’s required by the business.

So what do you think the consultant greatest weapon? first I would say authority, some problem only can be solved by someone with authority. Authority means power that given, or can be something that makes people follow an order.

So what if I am scientist?
Well it goes the same, the only time that you have a power is when you are behind something, working with something, be part of something strong and powerful.

Scientist can solved social problem if it is under government official that making complex requirements. Engineer can solved the quest of energy demand by working in big big company or R&D institution.

Ujung-ujungnya Uang

  1. Haruskah istri bekerja?
    Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab karena apapun jawabannya ada salah satu pihak yang dirugikan. Jika istri ingin bekerja maka jawaban tidak akan merugikannya, namun jika istri tidak ingin bekerja maka jawaban iya merugikannya ya. Sama seperti pertanyaan mana yang harus saya ajak ke pasar apakah bapak atau ibu, posisi bapak dan ibu setara. Jadi ini bukanlah pertanyaan, tapi keberpihakan.

Kalau saya menjawab bapak, artinya saya memihak kepada bapak, kalau saya menjawab ibu maka artinya saya memihak ke ibu. Dengan alasan apapun, mulai dari kepasar membeli golok bersama bapak, atau ke pasar membeli sayur dengan ibu.

Adakah pertanyaan yang tidak berpihak? ada, misalnya siapa yang harus menyetir mobil? suami atau istri. Kalau memang suami punya SIM maka yang harus menyetir mobil adalah suami. Namun kalau pertanyaannya siapa yang harus membawa mobil, bila keduanya punya SIM dan punya kepentingan? maka ini adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab.

  1. Tolong jawab, haruskah istri bekerja?
    Seorang tokoh perempuan bisa menjawab dengan sangat lugas bahwa jawabannya adalah harus. Alasannya pertimbangan budaya setempat, pemberdayaan perempuan dan seterusnya. Sementara ilmuwan bisa menjawab tidak dengan menimbang bahwa penghasilan suami jauh lebih besar dari penghasilan sang istri. Atau suami sedang dipercaya memimpin jabatan sebagai Kapolresta -tidak mungkin resign kan. Ini adalah sekali lagi pertanyaan yang tidak bisa dijawab.

  2. Lalu apa justifikasinya?
    Tidak ada dan tidak perlu. Kalaupun dipaksa, kita kembali lagi ke awal percakapan tadi.

Apakah ilmiah tidak punya tempat di Indonesia?

Ya, kalau dilihat dari sudut pandang technology/science, Indonesia lebih banyak mengimpor barang-barang produk asing.
Ya, kalau dilihat dari sudut pandang sosial/policy, di Indonesia argumentasi sosial lebih banyak menggunakan aspek emosional daripada ilmiah, contohnya pernyataan: saya mendukung, saya mengira, menurut saya dan pernyataan tidak ilmiah lainnya.

Tapi kalau dilihat dari sudut pandang yang lain, misalnya pertumbuhan penduduk, kebutuhan adanya universitas, kebutuhan akan kesadaran masyarakat mengenai pendidikan. Maka, ilmiah punya tempat terhormat di Indonesia.

Contoh mobil SMK, sebagai konsep ilmiah mobil SMK ini trend yang sangat bagus. Bisa digunakan oleh peneliti untuk memahami mengenai sosial budaya dari masyarakat dan bisa memberikan rekomendasi bagaimana seharusnya sosial budaya ditingkatkan. Tanpa adanya fenomena mobil SMK, peneliti akan kekurangan media atau sarana untuk menguji teorinya.

Namun bagaimana pemahaman ilmiah ini selanjutnya bisa membantu ekonomi, atau menghasilkan produk yang lebih baik lagi masih merupakan jalan yang panjang, yang tidak semua orang atau negara bisa melakukannya. Sama seperti seorang pelari nomor 10 dunia, untuk menjadi pelari nomor 1 yang kemudian diliput oleh media dan menjadi pengusaha yang kaya merupakan cerita yang masih panjang.

Wajar, masih banyak yang belum kita mengerti.

Tugas terbesar

Leeds

Menjadi kepala keluarga bukanlah tugas yang mudah. Kalau pasangan sama-sama bekerja maka harus pintar pintar membagi waktu. Masalah terbesar bukanlah fisik, tapi lebih pada masalah emosional. Orang bisa saja menerima bahwa dirinya letih sehingga harus tidak masuk kerja, tapi orang tidak bisa menerima semisal ada rekan kerja yang kinerjanya lebih buruk justru mendapatkan promosi.

Saya menemukan kambing hitam yang paling tidak terbantahkan dalam kehidupan emosional manusia modern, kambing hitam itu bernama media informasi, mulai dari jaman koran, televisi hingga telepon genggam yang canggih. Belakangan internet merupakan kambing hitam yang paling buruk.

Kita bisa menghabiskan waktu berinternet selama 2 jam tanpa menghasilkan suatu produk apapun selain tawa. Bandingkan dengan menonton film, paling tidak ini sebuah pencapaian yang terukur, film selesai ditonton, review imdb bisa dilakukan, inspirasi bisa bertahan hingga 2-3 hari. Bandingkan dengan internet yang sesaaat langsung hilang. Praktis untuk didapatkan, tapi juga praktis untuk kehilangan.

Tulisan sebagai alat bantu

Siapa diri kita tidak ditentukan dari apa yang kita tulis, bukan pula apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita lakukan. Saya tertawa sendiri melihat apa yang saya tuliskan mengenai siapa diri saya dalam beberapa tahun terakhir.

Writer in York, UK. eleven years experience in risk consulting with latest position as senior manager, born in 1982

I travel around to the world to see people built city transportation system

Lulusan Ilmu Komputer UGM 2004. Terakhir bekerja sebagai Senior Manager di Deloitte Indonesia. Tinggal di York, UK

Memiliki keahlian pada pengelolaan proyek, risiko dan strategi, khususnya dalam industri keuangan, energi dan telekomunikasi. Pendidikannya didapatkan dari Ilmu Komputer UGM

Profil ini menurut saya kurang tepat, berlebihan dan disusun dengan agenda tertentu. Kalau saya saja tertawa melihat profil yang saya tulis, maka begitu juga dengan bagaimana saya melihat orang lain. Terlalu banyak agenda yang ingin disampaikan, terlalu idealis untuk bisa melihat realita secara jernih.

Menulis merupakan alat bantu, sayangnya dengan teknologi internet, tidak hanya cyber bullying yang kita dapatkan, tapi juga cyber lack of identity yang membuat kita hidup dengan tidak tenang.

Siapa saya

Siapa saya adalah pertanyaan yang tidak berguna. Saya baru menyadari hal ini ketika saya bertanya pada seorang tetangga saya, seorang Inggris di negara Inggris. Berbeda dengan pertanyaan pada seorang Indonesia di Indonesia, ketika saya bertanya “siapa kamu” dan si tetangga menjawab “native british” maka pertanyaan itu sudah puas terjawab.

Tidak ada lagi pertanyaan lanjutan seperti apa pekerjaannya, apa pendidikannya, atau apa rencana karirnya. Pertanyaan diatas sudah tidak relevan lagi karena apapun jawabannya tidak memberikan pengaruh apapun bagi si penanya.

Berbeda bila bertanyaan “siapa kamu” ini ditanyakan pada orang yang punya kepentingan yang sama dengan kita. Misalnya bertanya dengan orang muslim Malaysia, yang punya kepentingan dalam merayakan Idul Fitri atau bertanya dengan orang Singapore yang akan naik pesawat yang sama pulang ke kampung halamannya. Continue reading “Siapa saya”