Berhitung dengan baik

Flower

Bulan Maret 2016 adalah bulan yang baik, akhir dari term pertama 2016. Hidup saya pada term pertama ini saya fokuskan hanya untuk menulis, menulis dan menulis. Untuk bisa menulis maka saya harus banyak membaca, dibulan bulan awal ini saya sudah menghabiskan banyak buku, report dan website.

Kesimpulannya? semakin banyak membaca maka kita harus bisa semakin baik mengorganisasikan. Dan dalam konteks pengetahuan maka untuk mengorganisasikan pengetahuan yang diperlukan adalah menulis. Maka di term pertama ini saya fokuskan untuk menulis.

Namun menulis kadang bisa bosan, maka di awal bulan Maret 2016, saya mencoba untuk merangkainya dalam sebuah buku yang lumayan panjang. Di targetkan sekitar 60,000 kata, maunya diselesaikan dalam waktu 3-4 bulan. Jadi bisa menulis efektif dalam kisaran 1,000 kata perhari. Inginnya agar bisa selesai pada tahun pertama pulang nanti dibulan September 2016.

Kira-kira berhasil tidak? saya melihat bahwa ternyata kesulitan terbesar bukanlah ide untuk menulis tapi kesulitan terbesar adalah berusaha untuk menulis secara konsisten setiap hari. Sebebarnya bila bisa menulis secara konsisten setiap harinya 1,000 maka hal ini akan mudah untuk dilakukan.

Bulan April 2016 juga adalah bulan yang baik. Saya mengawalinya dengan berlari secara rutin, berusaha secara rutin untuk menulis di Selasar/Qureta. Hasilnya cukup baik, kemampuan menulis saya menjadi lebih baik. Namun ide untuk menulis terkadang masih merupakan sebuah hambatan.

Major Marathon

Marathon sebenarnya lebih cocok disebut sebagai event daripada olahraga. Olahraganya adalah lari, namun setiap periode tertentu diadakan event untuk merayakan kegiatan berlari. Karena bentuknya event maka perlu ada ritual dan waktu tertentu.

Contohnya, ada 6 marathon besar di dunia ini, tiga di musim semi Tokyo (Feb), Boston (Apr), London (Apr) dan tiga di musim gugur Berlin (Sept), Chicago (Oct), New York (Nov). Pembagian musim ini penting karena orang umumnya berlatih berlari dimusim panas, kemudian dikompetisikan di awal musim gugur. Jadi kira-kira pas dengan waktu persiapan sekitar 3 bulan untuk lari yang durasinya panjang.

Di Indonesia , Bali (Aug), Bromo (Sept), Jakarta (Oct), Borobudur (Nov) dan negara Asia Tenggara lainnya Singapore (Dec), KL (Aug). Marathon sepertinya juga diambil di awal musim gugur. Entah apa pertimbangannya mungkin juga musim, karena cuaca yang panas menyulitkan untuk berlari jarak jauh. Kalau rata-rata waktu sekitar 5-6 jam maka lari marathon yang dimulai selepas subuh jam 05:00 berakhir jam 11:00 siang, ini matahari sudah sangat terik.

Tujuan Hidup

Saya melihat ada kesamaan antara tujuan hidup dengan tujuan bernegara juga dengan tujuan bekerja atau sekolah. Sekolah misalnya, seorang murid SD harus bisa menyelesaikan 5 mata pelajaran dalam setahun selama 6 tahun. Seorang murid SD bisa ditargetkan mendapat nilai yang baik atau peringkat kelas yang baik. Namun untuk bisa mencapai kondisi tersebut tidak mudah. Ada murid yang punya waktu dan fasilitas lebih baik ada yang tidak.

Bekerja juga sama, requirementnya sangat banyak. Bisa menyelesaikan proyek hanya salah satu requirement umum. Didalamnya ada requirement yang lain semisal memuaskan pelanggan, memastikan dokumen administrasi lengkap hingga membangun hubungan baik antar anggota tim. Bisakah requirement ini 100% terpenuhi? tentu tidak. Kalau bisa mungkin robot atau komputer, manusia tidak dirancang seperti itu. Oleh karena itu pimpinan harus bisa fleksible menyeimbangkan antara peraturan dan kondisi dilapangan.

Hidup juga kurang lebih seperti itu. Ada banyak target, mulai dari menghindari stress, makan makanan yang sehat hingga berolahraga secara teratur. Tapi ada banyak requirement tersebut yang sulit untuk dipenuhi satu dengan yang lain.

Lari Marathon misalnya. Karena yang lari adalah orang maka satu-satunya cara untuk mengetahui mampu tidaknya seseorang berlari adalah dengan latihan. Semakin banyak latihan maka semakin akurat kita mengetahui kemampuan kita.

Sedikit tentang lari. Saya mendengar bahwa syarat marathon 26 mile (42 km) adalah berlari paling tidak 6 mile (10 km) per hari atau sekitar 600 mile dalam waktu 4 bulan sebelum lari dimulai.

Dengan prinsip yang sama dengan menulis, untuk menulis novel yang 50,000 kata diperlukan menulis lebih dari 1,000 kata per hari untuk mendapatkan tingkat ide penulisan novel.

Kebutuhan individu dan kebutuhan sosial

White Tree

Alasan klasik untuk ikut lomba lari adalah mengalahkan diri sendiri. Ini sama saja dengan alasan klasik untuk ikut lomba pertandingan sepakbola, untuk kesehatan. Slogan sekolah saya adalah “yang penting sehat dan happy”.

Sebenarnya ini slogan yang aneh, kalau mau sehat ya cukup berolahraga setiap hari, tidak perlu pada event tertentu. Sementara kalau mau happy ya sebenarnya banyak alternatif lain, misalnya dengan jalan-jalan atau nonton pertandingan sepakbola.

Contoh olahraga untuk kesehatan adalah logika yang kabur. Sama seperti, menulis untuk mengkritisi diri sendiri. Orang menulis tentunya ingin dibaca oleh orang lain. Ada yang menulis untuk mendapatkan imbalan tertentu, misalnya seorang creative director. Ada yang menulis untuk kepentingan tertentu -misalnya menulis batu nisan.

Mengapa kita berlari, kemudian sama seperti mengapa kita menulis. Yang tadinya untuk kebutuhan individu, menjadi kebutuhan sosial. Penulis professional yang mendapatkan upah dari menulis liputan di koran tentunya menulis untuk kebutuhan individu. Namun ketika penulis itu menulis blog yang tidak dibayar, tapi mengharapkan komentar atau visit -yang mungkin tidak bisa dikonversikan ke uang, maka itu adalah kebutuhan sekunder. Bukan kebutuhan primer (individu). Continue reading “Kebutuhan individu dan kebutuhan sosial”

5 jam berlari

14 May 2016, duration 2:02, 22 weeks before 9 Oct 2016
distance 17.9 km, average pace 6:50
distance 11.1 mile, average pace 11:00
race target pace 7:00 km, 11:00 miles (4:55)
race target pace 6:00 km (4:13), 10:00 miles (4:22)

Melihat training programnya Nike 18 minggu, hari ini saya memperkirakan bahwa marathon bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 5 jam. Catatan lari 2014 sekitar 800km, seminggu sekitar 15 km. 2013 baru mulai di November, terlalu pendek untuk dicatat. 2015, off sama sekali tidak berlari. 2016 mulai rutin berlari lagi dengan lebih rutin.

Lari lebih menyenangkan, perilaku manusia bisa dijelaskan melalui marathon, hubungannya dengan investasi misalnya. Atau bagaimana karakter orang dalam berlari dan strateginya.

Mengapa kita harus lebih banyak menulis

Sky
Hal pertama yang ingin saya lakukan setelah bangun tidur adalah membaca. Saya membaca sambil melemaskan badan, mencari hiburan. Berita mengenai Indonesia terkadang hiburan tapi juga tekanan, berita mengenai bencana di negara lain bisa menjadi hiburan -dari sisi ada informasi baru yang didapatkan-, di suatu era dimana informasi (berita) adalah sebuah kebutuhan dan hiburan adalah hal yang penting didunia yang menakutkan.

Terlalu banyak informasi, sama seperti obesitas. Kita semua harus mengakui bahwa pada saat ini kita sudah terlalu banyak menerima informasi. Sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk dan ini saatnya kita mengurangi informasi yang kita terima -salah satunya dengan banyak menulis.

Indonesia’s Future

Park
The first thing that I read in the morning is an opinion. Whether from Economist, World Bank report, or a scientific paper. A scientific paper for example, when I read “Becoming” an environmentalist in Indonesia (Nilan & Wibawanto, 2015), I read the word “complex” in “Uncovers complex new ground; decentred, diverse local urban environmental activism”, bigger than any other word.

When I read Governance Institutions, Resource Rights Regimes, and the Informal Mining Sector: Regulatory Complexities in Indonesia (Spiegel, 2011), the same “complex” word is bigger than any of other words. Indonesia’s future is complicated.

Newspaper also the same, whether it is a local newspaper (Kompas/Jakarta Post) or international such as Economist provide an opinion, and any opinion on social policy is complicated.

Industrial policy will be challenged by the status quo of traditional economy. The environment policy will be challenged by both of rich and poor people.

Studying about policy, even it looks scientific, technological aspects e.g internet policy, the use of clean energy policy is at the end policy study, it is a social science, and social science always complicated.

When I am still in University, one of my friend said that he does not want to be programmer, simply because he does not want to sleep late every night to solve a computational problem. He said that being programmer challenge is different than becoming a system admin. In programming you will think the solution of your problem even in your dream –on why some debugging is not work.

Technically social sciences faces the same challenge, they also cannot sleep well before problem being solved. But when programmer thinking the algorithm (how things should be work), the social sciences problem is not the algorithm, it is how to convincing people on things that should be work. And convincing, whether it is a technology, business or social policy is difficult.

Any social policy such as health, education, environment, employment even law and policing is complicated as convincing people.

Jebakan Seharusnya

Tree

Saya mulai menyadari bahwa “Seharusnya” adalah kata yang sangat berbahaya. Contoh, seharusnya Indonesia mengembangkan industri pengolahan, sehingga kita tidak mengekspor bahan mentah seperti minyak mentah atau kayu, tapi mengekspor pelumas atau meja. Kalimat ini benar, logis dan berpotensi menyalahkan.

Ada yang menulis mengenai selat Malaka, seharusnya selat Malaka dikelola dengan lebih baik karena mendatangkan devisa negara yang besar. Ada yang menulis mengenai energi terbarukan, seharusnya energi terbarukan dijadikan prioritas, karena ramah lingkungan, tersedia banyak dan biayanya murah.

Kata seharusnya ini harus di koreksi, kata yang lebih tepat adalah bisa.

Indonesia bisa mengembangkan industri pengolahan. Bagaimana caranya juga bisa dilakukan. Tapi, apakah ini bisa dijalankan? belum tentu.

Kata seharusnya, yang digunakan dalam konteks bernegara tidak berarti apa-apa. Kata seharusnya hanya bisa digunakan untuk mempengaruhi pandangan orang lain. Pesannya adalah, pemerintahan saat ini tidak baik. Diskusi mengenai seharusnya bisa saja dilakukan di warung-warung kopi. Intinya mengkritik. Namun bukan itu caranya.

Lari

Flower

London Marathon 2015 jumlah pesertanya sekitar 36,000. Mandiri Jakarta Marathon 2015, jumlah peserta Full Marathon (FM) sekitar 2,000 orang, total pesertanya sekitar 15,000 orang. Yorkshire Marathon sekitar 7,000 orang. Fee untuk Marathon tidak murah, Mandiri FM 2016 mencharge 900,000. Di Inggris biayanya antara 35-67 GBP, di Amerika bahkan diatas 135 GBP.

Persiapan untuk marathon juga tidak kalah pentingnya. Paling tidak butuh kapasitas 10km/6miles per day atau 70km/42 miles per week. Saat ini kapasitas saya berkisar 25km per week -masih sepertiga dari kapasitas marathon.

Kapasitas long distance juga diperlukan paling tidak mencapai hingga 30km/day yanf dapat dilakukan 2-3 bulan menjelang Marathon. Lari paling jauh yang pernah saya lakukan mencapai 20km -masih setengah dari kapasitas Marathon

Dandelion

Dandelion

Dandelion secara klasifikasi ilmu taman, masuk dalam golongan gulma (weed) tanaman yang mengganggu. Penyebabnya tanaman ini tumbuh dimana-mana, bahkan dalam pecahan semen atau aspal. Yang kadang mengganggu dari dandelion adalah duri dari daunnya yang terasa tajam.