Obat batuk yang berbohong

“There is little evidence of cough medicine drugs are effective” ref wiki, journal, dailymail

Kok saya merasa bertahun-tahun hidup dibohongi ya. Dibohongi iklan kesehatan -obat batuk, jamu tolak angin, rumah sakit, asuransi dan dokter. Menurut saya, kata yang perlu didefine dengan baik adalah “sakit”, apa sesungguhnya itu sakit?

Kalau kita dicubit kemudian merasa sakit, adakah obat untuk sakit karena dicubit? tidak ada. Sama seperti makan sambal, kemudian perut terasa panas, adakah obat untuk lambung yang panas? tidak ada. karena dicubit, kepedasan itu rasa sakit, tapi bukan penyakit.

Sakit lebih tepat ditujukan pada sesuatu yang disebabkan oleh bakteri sehingga ada obatnya. Sehingga temuan Flemming pada tahun 1928 (penicilin) itu berguna. Yang dibunuh oleh penicilin itu adalah bakteri penyebab penyakit. Tapi, perlu diketahui bahwa Flemming sebelum menemukan penicilin, sudah mengetahui bahwa tubuh punya sistem imun sendiri, dalam hal ini adalah white blood cell -dimana sel darah putih ini tidak boleh dibunuh -sementara beberapa antiseptik pada jaman dulu malah membunuh sel darah putih.

Sedih sekali sebenarnya, karena saya dengan gampangnya menyerahkan persoalan kesehatan pada obat. Sakit sedikit saya minum obat flu, batuk sedikit saya beli vicks yang mahalnya minta ampun, kurang enak badan sedikit saya minum vitamin C dosis tinggi, kerokan dan placebo lainnya. Semua dilakukan tanpa mikir.

Terlambat? semoga belum, semua ada ilmunya.

Menunggu

Kemampuan menunggu saya meningkat dengan drastis, kalau dulu saya hanya menunggu pengumuman tender, maka saya sekarang menunggu lebih banyak lagi, mulai dari 3 menit menunggu indomie matang, 9 menit menunggu kopi hangat, 12 menit menunggu jarak 1 mile.

Selain menunggu durasi, saya juga menunggu waktu. Mulai dari menunggu pukul 05:00 untuk bangun, pukul 06:00 menyiapkan makanan, pukul 07:00 membangunkan anak-anak, pukul 08:00 menyiapkan anak ke sekolah, pukul 12:00 menyiapkan makanan, pukul 15:00 menjemput anak, pukul 18:00 menyiapkan makanan dan pukul 19:00 mengantar anak tidur.

Selain durasi dan waktu, ada juga faktor ketiga seperti cuaca, lari dengan kondisi hujan saya hindari yang mana saya harus menunggu hujan reda. faktor ketiga seperti kondisi tubuh yang bila tidak fit saya harus segera beristirahat.

Menghitung Konsumsi BBM Rental Mobil

Sudah dua kali ini saya merental mobil dari Enterprise. Salah satu aturan main dalam merental mobil adalah mengembalikan kondisi tangki mobil sesuai dengan kondisi saat dipinjam. Dua kali meminjam, saya selalu mengembalikan mobil dengan kondisi bensin berlebih. Saya akan membuat sedikit panduan untuk mengisi bensin mobil yang dirental:

  1. Kapasitas Tangki
    Kalau VW Polo kapasitas tangkingya 45l, maka bila bensin hanya terisi setengah berarti hanya terisi sekitar 22l, kalau turun sekitar 1/4 tangki maka sebenarnya kita hanya perlu menambahkan 11l saja. Ford Fiesta 42l kapasitas tangkinya.

  2. Fuel Efficiency
    Fuel efficiency dari mobil hatchback kecil berkisar dari 7-11p/miles. Penggunaan dalam kota dan luar kota berbeda, juga tergantung gaya mengemudi. Patokan sederhananya adalah sekitar 1£/10 miles. Jadi kalau pemakaian sekitar 130 miles, maka BBM sekitar £13.

Kesimpulan:

  • Jika pemakaian kurang dari 10 miles, indikator BBM kemungkinan tidak bergeser, jika bergeser hanya cukup ditambah 1 liter saja.
  • Jika keluar kota dengan jarak 1 jam perjalanan, sekitar 50 miles, dengan pulang pergi sekitar 100 miles, maka bensin perlu ditambahkan sekitar 10l.

Honda Jazz: 11p/mile ref, 9p/mile ref
vw polo 7p / miles or 1 £ / 14 miles
BBM: 1.109 £/l
10p/miles or 1£/10 miles

Keyword: £1 per 10 miles

Design Deficiencies

  1. Sensitive Vestibular System: baca Mabok Perjalanan
    Tubuh saya memiliki sistem keseimbangan vestibular yang sensitif, artinya tubuh saya mendeteksi keseimbangan antara fungsi mata dan telinga secara berlebihan sehingga pada kondisi berkendaraan saya muntah mabuk perjalanan, namun dalam kondisi yang lain seperti mendeteksi makanan yang beracun tubuh saya bereaksi juga dengan muntah.

Apakah ini baik atau buruk? apakah ini bisa disembuhkan? jawabannya tidak, tidak baik juga tidak buruk dan tidak bisa disembuhkan. Secara populer, saya gampang mabuk perjalanan dan antimo merupakan solusi paling efektif.

  1. Sensitive Innate Immune System: baca Alergi Debu
    Tubuh saya juga memiliki sistem imunitas innate untuk produksi histamine yang sensitif, artinya tubuh saya bereaksi terhadap debu dengan reaktifnya. Debu kamar misalnya, bisa membuat saya bersin-bersin pada pagi hari ketika bangun tidur.

  2. Sensitive Adaptive Immune System: baca Gampang Sakit
    Gampang sakit karena hal kecil seperti angin, hujan, kecapean, dingin. Secara teori udara dingin membuat virus/bakteri hidup lebih lama. Udara dingin juga membuat kita lebih sering berada didalam rumah yang sirkulasi udaranya tidak baik risiko sakit lebih besar.

Apa solusinya? tidak ada.

Catatan: Bisakah alergi disembuhkan? tidak webmd, treatment terbaik menghindarinya nhs

Ternyata Decongestants vs Antihistamine memiliki fungsi yang berbeda ref, ref

Penyakit yang tidak bisa disembuhkan

Sebagai seorang yang gampang sakit, ringkih kalau orang bilang, saya punya beberapa alasan yang sepertinya menunjukkan saya gampang sakit. Waktu saya kecil, sekitar usia 9 tahun, saya ingat seseorang mengatakan pada saya bahwa gigi berwarna kuning disebabkan oleh penggunaan antibiotik. Waktu itu saya sempat bersedih karena gigi saya terlihat jelek dibandingkan teman-teman yang lain.

Belakangan, setelah umur 30 tahun, saya melihat bahwa gigi teman yang lain sekarang jauh lebih ‘jelek’ dari saya. Konsumsi rokok dan kopi lebih parah merusak gigi membuat gigi berwarna hitam. Belum lagi ditambah kondisi struktur gigi yang seringkali membuat gigi berantakan dan senyum tidak menarik.

Dari sisi filosofis, cerita ini menunjukkan tiap-tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan dari desain tubuhnya. Lebih lanjut, solusinya pasti ada seperti menggunakan kawat gigi atau menggunakan teknologi kosmetik pemutih gigi lainnya.

Dengan kondisi tubuh yang berbeda-beda satu sama lain ini, saya menemukan paling tidak ada beberapa penyakit yang saya derita, yang tidak bisa disembuhkan. Tidak bisa disembuhkan karena memang kelainan sistem tubuh, antara lain.

  1. Mabuk Perjalanan (Motion Sickness)
    Sebagai tiga bersaudara, saya anak tengah. Saya satu-satunya anak yang mabuk perjalanan. Kakak dan adik saya tidak. Bahkan dalam kondisi fisik yang sama, sama-sama makan, cukup tidur, sayalah yang dalam 20 menit pertama atau kurang sudah mabuk perjalanan. Ibu saya tidak mabuk sama sekali, namun bapak saya juga bernasib sama seperti saya, bahkan hingga usia beliau 65 tahun masih mabuk. Saya? hingga saat ini usia 34 tahun juga masih mabuk perjalanan.

Kenapa ini bisa terjadi konon merupakan gangguan fungsi otak dalam mendeteksi perubahan lingkungan dari sensor mata dan sensor telinga. Intinya mata dan telinga tidak kompak. Makanya kalau membaca buku dalam perjalanan menambah parah, dan melihat ke arah jauh (mata), fokus pada yang lain (telinga) duduk di kursi depan, bisa mengurangi dampak mabuk perjalanan.

Bagaimana menyembuhkannya? tidak bisa. Kalau kata auditor ini design defficiencies. Jadi saya harus siap sedia Antimo/Sturgeon/Kwell dan obat anti mabuk lainnya. Penjelasannya kurang lebih sebagai berikut:

Cinnarizine is an antihistamine medicine that works in the brain. It prevents an area of the brain called the vomiting centre from receiving nerve messages sent from the vestibular apparatus in the inner ear. ref, ref, ref

  1. Alergi Debu (Allergic rhinitis)
    Penjelasannya kurang lebih demikian:
    Allergic rhinitis, often called allergies or hay fever, occurs when your immune system overreacts to particles in the air that you breathe-you are allergic to them. Your immune system attacks the particles in your body, causing symptoms such as sneezing and a runny nose. The particles are called allergens, which simply means they can cause an allergic reaction. ref, ref, ref

Setahun berlari

Saya baru menyadari bahwa saya adalah tipe pelari pagi, dan saya baru menyadari bahwa saya tinggal di negeri dengan perbedaan variasi cuaca extrem. Antara pagi dan malam saja ekstrem, belum lagi antara bulan yang satu dengan bulan yang lain.

Bayangkan dengan Jakarta yang average highnya di bulan desember mencapai 34 dan lownya 24, dengan rata-rata harian 28 -konstan sepanjang tahun. Di York, average highnya 25, lownya 7 dan averagenya sekitar 15.

Artinya ini bisa merupakan mimpi buruk, dimana sepanjang winter, pengalaman saya dua tahun terakhir saya tidak bisa berlari sama sekali. Bahkan akhir autumn saja sudah tidak bisa berlari. Jadi dari 12 bulan, waktu berlari hanya sekitar 8 bulan. Bandingkan dengan Indonesia yang sepanjang 12 bulan bisa lari.

Kalau menurut catatan cuaca ini, saya bisa berlari hingga 3 bulan lagi. Dimana Nov, ketika suhu sudah turun mendekati nol, kemungkinan besar tidak bisa berlari lagi. Namun kita lihat, saya merencanakan untuk membeli beberapa perlengkapan yang mendukung lari di musim dingin.

Mar: 4° C Spring
Apr: 6° C
May: 10° C
June: 12° C Summer
July: 15° C
Aug: 12° C
Sep: 10° C Autumn
Oct: 5° C
Nov: 5° C (No run)
Dec: 6° C Winter
Jan: -1° C
Feb: 0° C

York, Historical temperature data Jakarta Historical temperature data

Mendengarkan orang mengeluh mengingatkan kita bahwa kita adalah manusia

Hari ini saya menyempatkan menonton televisi, melihat tayangan orang yang meratap-ratap di televisi. Kesal, saya ganti acaranya, sangat tidak sehat sekali melihat orang meratapi hidup. Sorenya, saya menyempatkan melihat sosial media dan melihat postingan orang yang juga meratapi hidupnya. Saya tidak kesal, malah senang, merasa ada orang lain yang hidupnya lebih susah dari saya.

Sebenarnya tayangan televisi dan tayangan sosial media sama saja. Sama-sama meratap, bedanya di TV saya tidak tahu detail duduk permasalahannya -sehingga sulit untuk berempati, sementara di sosial media saya tahu permasalahannya sehingga bisa lebih berempati. Intinya? sama saja.

Kebetulan sore itu saya juga sempat berjalan-jalan dan melihat bahwa daya tahan orang terhadap stress kurang lebih sama. Tidak ada orang yang super kuat terhadap stress, tidak ada juga orang yang bisa mengendalikan stress dengan baik, kebanyakan sama saja. Berusaha, lebih kuat berusaha dan lebih sering frustasi, apa saja dan mengenai apa saja.

Jadi? jangan khawatir.

Disiplin, 9 to 5

Jam kerja idealnya adalah 8 jam perhari, atau secara formal adalah jam 09:00 – 17:00 yang orang sering menggunakan istilah 9 to 5. Prakteknya, tidak demikian, hitungan 8 jam per hari itu dihitung tanpa jam makan siang. Artinya biasanya dari jam 8 sampai jam 5, dan kenyataannya tidak ada yang bekerja tepat waktu jam 8 sampai 5. Biasanya orang butuh waktu persiapan sekitar jam 7:30-17:30, dihitung lagi dengan transportasi Jakarta butuh sekitar jam 06:00 dari rumah untuk sampai ke rumah lagi sekitar jam 20:00 atau sekitar 14 jam sehari dengan kondisi normal.

Pengalaman saya di sekitar tahun 2002-an dengan tinggal di sekitar Cipete, Jakarta Selatan jam kerja 14 jam sehari inilah yang digunakan. Untuk waktu beristirahat yang dibutuhkan adalah sekitar jam 22:00-05:00 atau sekitar 7 jam sehari. Artinya dalam sehari kerja, waktu beristirahat adalah sekitar 3 jam sehari.

Jam kerja seperti ini mungkin tidak ideal, karena struktur yang disusun adalah untuk menyokong 14 jam sehari. 8 jam kerja + sekitar 4 jam support. Buat yang kreatif, biasanya masih menambahkan waktu nge-gym sekitar 3 kali seminggu -inis sudah terhitung sangat rajin.

Di daerah, biasanya jam kerja sedikit berbeda dengan Jakarta. Ada sekitar tambahan 4 jam sehari sebagai pengganti transportasi. Yang saya lihat, di daerah kebanyakan waktu 4 jam sehari ini digunakan untuk berolahraga, yang bila santai bisa dilakukan sebanyak 1-2 jam perhari. Bila tidak digunakan untuk berolahraga, biasanya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup, misalnya dengan punya waktu lebih untuk mengantar anak kesekolah, atau bisa lebih santai merapihkan rumah.

Jadi sebenarnya tidak salah jika ada orang Jakarta yang bilang bahwa hidup di daerah dan di Jakarta tidak ada bedanya. Olahraga bisa dilakukan di Gym dan hiburan lebih banyak di Jakarta. Benarkah demikian?

Jawaban bahwa tidak ada bedanya di atas bisa jadi benar, bila:

  1. Orang tidak disiplin
    Baik di Jakarta maupun didaerah sama buruknya dan bisa jadi sama baiknya kalau orang disiplin mematuhi jadwal. Bila orang rutin mematuhi jadwal tidur dan bangun, orang tersebut akan lebih sehat.

  2. Orang tidak kreatif
    Misalnya memanfaatkan waktunya lebih baik dengan berguna. Misalnya orang yang berganti-ganti hobinya dari merawat tanaman, merawat burung kemudian merawat motor bisa jadi tidak mendapatkan manfaat yang baik orang yang hanya merawat tanaman saja. Atau dibandingkan orang yang merawat tanaman untuk di jual.

Semakin sering semakin baik

Top Week saya adalah 46 miles (5×6 miles + 1×15 miles) atau lari setiap hari ditambah half marathon pada hari sabtu dan break pada hari minggu. Dalam bayangan saya high performance week adalah sekitar 42 miles (5×6 + 1×12), namun ini hanya bisa tercapai bila kondisi tubuh benar-benar fit.

Dari pengukuran top week itu saya baru bisa mengukur bagaimana pencapaian saya dalam 3 bulan terakhir. Lari yang rutin bisa menggambarkan kondisi tubuh saya. Lebih mudah mencatat lari dibandingkan mencatat hari mana saja saya yang sakit. Dari log lari bisa terlihat kapan saja saya sakit dan apa yang menyebabkan sakit.

Best records saya adalah Half Marathon 2:13 dan 1 hour running saya 6.5 miles. Kira-kira bisakah performance ini terus ditingkatkan? mari kita lihat.

Big data at its best

Bologna, Italy

Di Tripadvisor, Bologna merupakan peringkat ke 14 kota yang harus dikunjungi di Italia. Seorang teman yang baru ke Italy kemarin pun tidak menjadikan Bologna sebagai tempat kunjung. Si teman berkunjung ke Rome, Venice, Milan, Pisa dan Florence. Kota di Italy memang punya image yang sangat kuat, Rome dengan ibukotanya, Venice dengan Gondolanya, Milan dengan Fashionnya, Pisa dengan menara dan Florence dengan Renaissancenya.

Padahal, Bologna sebenarnya merupakan ibukota kuliner Italy dan secara posisi Bologna merupakan kota hub penghubung antara Venice, Florence dan Milan yang posisinya persis ditengah. Namun selera turis memang berbeda, turis yang pertama datang dengan turis yang sudah berkali-kali datang jelas berbeda prioritasnya.

Indonesia misalnya, the bestnya Indonesia adalah Bali, Jakarta, Jogja, Bukit Lawang dan Senggigi. Bandung? wait nanti dulu, Borobudur jauh lebih terkenal. Yang berkunjung ke Jakarta dan Jogja pasti ke Borobudur -candi terbesar di dunia.

Tourism industry memang menarik
UK misalnya, tourist destinationnya tentunya adalah London, Edinburgh tapi berikutnya adalah Liverpool Llandudno dan Blackpool. York, baru di peringkat 7. Manchester yang biasanya prioritas dari orang Indonesia hanya duduk di peringkat 10. Di US kurang lebih demikian, Phoenix berada di peringkat 35 untuk dikunjungi. Dan Cologne di Jerman menduduki peringkat ke 5.